Jumat, Oktober 10, 2008

Sejarah dan Prasejarah

PERIODISASI SEJARAH INDONESIA

Sejarah di indonesia dimulai ketika manusia ada di kepulauan Indonesia untuk pertama kalinya. Sejarah dapat kita tinjau dari tingkat perkembangan waktu, peralatan hidup, dan ciri-ciri budayanya.
1. Masa Prasejarah Indonesia
Masa prasejarah Indonesia merupakan zaman di mana bangsa Indonesia belum mengenal tulisan. Dalam periode ini sering pula disebut dengan Nirleka, pada masa ini banyak kejadian yang bisa diungkap dan diceritakan mulai dari sejarah terbentuknya bumi, awal mula kehidupan manusia pertama, peralatan budayanya sampai system kepercayaan.
Untuk mengetahui kehidupan awal, sejarawan hanya dapat menganalisanya dari benda-benda peninggalan budaya dan sisa kerangkanya, dari benda-benda itu dapat diungkapkan berbagai macam penafsiran tentang kehidupan dan keberadaan masyarakat Indonesia purba yang mendekati kebenaran.
Masa sebelum mengenal tulisan sangat panjang, maka untuk mempermudah dalam mempelajarinya, para sejarawan membaginya kedalam beberapa zaman berdasarkan peralatan hidup yang digunakanya.
a. Zaman batu yang terbagi menjadi
1) Zaman batu tua (paleolitikum)
2) Zaman batu madya (mesolitikum)
3) Zaman batu muda (neolitikum)
4) Zaman batu besar (megalitikum)

b. Zaman logam yang terbagi menjadi
1) Zaman perunggu
2) Zaman besi

Zaman logam di Indonesia hanya terdiri 2 zaman saja, tidak seperti umumnya di wilayah lain yang juga memiliki zaman tembaga.
2. Masa Sejarah Indonesia
Masa sejarah Indonesia yaitu kehidupan pada masa bangsa kita telah mengenal tulisan. Sejarah kehidupan menandakan adanya peningkatan dari kehidupan yang belum mengenal tulisan kekehidupan yang mengenal tulisan. Indikator ini mempermudah sejarawan dalam menganalisis kehidupan manusia pada zaman ini. Di Indonesia catatan tertulis berasal dari kutai, Kalimantan timur, sekitar 400 masehi.
Setiap bangsa memeasuki zaman sejarah pada waktu yang berbeda – beda tergantung tingkat perkembanganya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk lebih memahami zaman sejarah Indonesia, kita dapat membaginya menjadi beberapa bagian yaitu sebagai berikut
a. Zaman kuno (abad ke-1 masehi – abad 14 masehi)
Zaman kuno di Indonesia dimulai ketika pengaru agama hindu dan budha ketika masuk ke wilayah Indonesia agama ini masuk dan berkembang ke Indonesia sebagian besar melalui jalur perdagangan India dan cina yang melalui Indonesia, baik disengaja maupun tidak.
Masuknya agama dan budaya hindu budha diperkirakan pada masa abad 1 masehi, meski tidak semua unsur diserap, Karena pada sebagian wilayah ada berbedaan dengan budaya aslinya. Kerajaan kutai di kaltim merupakan salah satu kerajaan yang mendapat pengaruh India pada abad ke 4 masehi dan mengadopsi system pemerintahan dari kerajaan-kerajaan yang ada di India. Misalnya raja adalah utusan dewa dan anak-anaknya merupakan pewaris takhta secara turun – temurun.

b. Zaman baru (abad 15 – abad 18 masehi)
Zaman baru dimulai pada masa berkembangnya budaya islam di Indonesia. Kebudayaan dan agama ini masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Bukti menunjukkan sejak abad 7 masehi pedagang-pedagang arab sudah sampai ke asia tenggara, bahkan ke negeri cina. Dengan demikian, diperkirakan agama islam sudah dikenal sejak saat itu meski baru pada abad ke 13 masehi kerajaan – kerajaan islam berdiri di nusantara, yang diawali dengan berdirinya kerajaan samudra pasai pada tahun 1297.

c. Zaman modern (abad 19 – abad 20 masehi)
Zaman modern di Indonesia dimulai ketika jatuhnya mataram dan banten ke tangan imperialis belanda, sehingga masa colonial dimulai di Indonesia.
Datangnya bangsa eropa ke Indonesia dipicu oleh penutupan laut tengah oleh kerajaan turki usmani yang berhasil merebut kota konstatinopel (1453), sehingga para pedagang eropa berusaha mencari daerah penghasil rempah-rempah ke timur dan salah satu tujuannya adalah wilayah Indonesia, yang pada saat itu merupakan penghasil rempah-rempah terbesar, selain rempah-rempah para pedagang juga mencari daerah kekuasaan baru di tempat yang disinggahi.
Adanya kolonialisme di Indonesia memberikan dampak terhadap kehidupan sosial budaya masyarakatnya, yaitu masuknya kebudayaan eropa ke dalam kehidupan masyarakat.
Pada masa ini rakyat berusaha melakukan perlawanan-perlawanan untuk mengakhirinya, namun usahanya sia-sia karena bentuk masih kedaerahan dan hanya menggunakan senjata tradisisonal.
Lambat laun, karena tuntutan rakyat belanda untuk melakukan politik etis (balas budi), maka dibuka sekolah-sekolah yang pada akhirnya melahirkan golongan pelajar.